phonecall
online shopping dinosaurus animation

Coming Soon !!!

calculator
15 Hal Penting Saat Membangun Rumah.pdf

Dua Kali Lipat Lebih Besar Penuhi Kebutuhan Konsumen

Dua Kali Lipat Lebih Besar Penuhi Kebutuhan Konsumen

Bata Merah adalah sumber bahan baku pembangunan sebuah rumah yang telah kita kenal sejak lama, seiring dengan perkembangan zaman di Indonesia. Bata ringan pertama kali dikembangkan di Swedia pada tahun 1923 sebagai alternatif material bangunan untuk mengurangi penggundulan hutan. Bata ringan AAC ini kemudian dikembangkan lagi oleh Joseph Hebel di Jerman pada tahun 1943. Di Indonesia sendiri bata ringan mulai dikenal sejak tahun 1995.

Apa yang membuat Indonesia begitu lama mengenal bata ringan ?

Bata merah yang dikenal dengan proses pembuatannya dari tanah liat dan dibuat secara manual. Dalam penggunaannya tidak dibutuhkan keahlian khusus. Sedangkan bata ringan di buat sangat modern dimana material ini dibuat dengan menggunakan mesin pabrik. Bata ini cukup ringan, halus dan memilki tingkat kerataan yang baik. Bata ringan ini diciptakan agar dapat memperingan beban struktur dari sebuah bangunan konstruksi, mempercepat pelaksanaan, serta meminimalisasi sisa material yang terjadi pada saat proses pemasangan dinding berlangsung.

Pembangunan plant 2 PT. Superior Prima Sukses atau BLESSCON di Lamongan pada Februari 2017 lalu menjadi komitmen BLESSCON untuk memenuhi kebutuhan bata ringan di Indonesia, khususnya Indonesia Timur. Dimana kebutuhan bata ringan di Indonesia telah mencapai 6 juta meter kubik per tahun. Kenaikan kebutuhan bata ringan sendiri terutama terjadi di wilayah Indonesia bagian Timur sejalan dengan semakin banyaknya proyek pembangunan di wilayah Indonesia Timur. Sedangkan kebutuhan bata ringan sendiri mulai berkembang di Indonesia Timur dengan adanya proyek-proyek pembangunan di sana.

Melihat kondisi tersebut, BLESSCON yang sebelumnya telah memiliki plant 1 di Mojokerto dengan kapasitas 300 ribu kubik bata ringan per tahun. Membangun BLESSCON plant 2 di Lamongan dengan meningkatkan produksi menjadi  700 ribu meter kubik bata ringan per tahun. Plant 2 memiliki 12 autoclave, di atas lahan 5,1 Ha dengan luas bangunan 2,4 Ha.

Dengan begitu, pembangunan plant 2 di Lamongan menambah kapasitas BLESSCON hingga 1 juta meter kubik bata ringan pertahun. Kapasitas yang lebih besar ini diharapkan mampu menembus hingga 40% pangsa pasar dari yang sebelumnya hanya 15% di kawasan timur Indonesia.

Kelebihan BLESSCON Plant 2 di Lamongan:

1. Kapasitas lebih besar

Ketika pembangunan Plant 2 selesai, BLESSCON mampu menghasilkan hingga 700 ribu meter kubik bata ringan per tahun. Diharapkan mampu untuk memenuhi kebutuhan konsumen. 

2. Menggunakan packing otomatis

Packing otomatis pabrik untuk mengurangi waste sehingga lebih ramah lingkungan, dan memudahkan penataan.

3. Lokasi pabrik yang strategis

Letak pabrik yang dekat dengan sumber bahan baku sekaligus dekat dengan pemasaran dapat mempengaruhi harga penjualan.

 

Informasi bata ringan Blesscon:

Panjang (L): 600 mm
Tinggi (H): 200 mm
Tebal (W): 75 mm, 100 mm, 125 mm, 150 mm, 200 mm
Berat jenis kering: 530 kg/m³
Berat jenis normal: 600 kg/m³
Kuat tekan: >= 4 N/mm²
Dimensi per palet: 1,00 x 1,20 meter

Informasi Blesscon plant 2

Lokasi: Lamongan
Jarak Tuban-Lamongan: 46 km
Jarak Lamongan-Surabaya: 66 km
Luas area: 5,1 Ha
Luas bangunan: 2,4 Ha
Kapasitas listrik: 3.500 KVA
Kapasitas Boiler: 20 ton/1,8 MPA
Kapasitas produksi: 700.000 m³/tahun

Produk Bata Ringan

Terdapat berbagai macam ukuran bata ringan yang menyesuaikan kebutuhan anda

 

Stokis BLESSCON

Online Shop BLESSCON Akan Segera Hadir