6 Kelebihan Bata Ringan yang Jarang Diketahui Orang (VIDEO)

Jika Anda melewati daerah-daerah yang sedang membangun, seringkali Anda akan menemukan tembok yang masih belum disemen atau diplester. Tembok-tembok tersebut ada yang terdiri dari bata yang berwarna merah dan bata besar yang berwarna putih. Bata merah sudah lama kita kenal dengan nama bata merah. Bata besar yang berwarna putih biasa orang bilang dengan nama bata putih. Memang apa sih kelebihan bata ringan itu? Apa keuntungan menggunakan bata ringan? Hebel sekubik berapa biji? Mari mengenal lebih dalam!

Rumah dengan bata ringan Blesscon

Apa sebenarnya bata ringan itu?

Bata ringan adalah inovasi bahan bangunan baru yang sangat terjangkau. Bagi Anda yang belum pernah tahu, bata ringan adalah bata yang secara ukuran jauh lebih besar daripada bata merah dan berwarna putih. Seringkali orang masih salah kaprah antara batu kumbung dengan bata ringan. Batu kumbung berbentuk cenderung kubus dan biasa digunakan sebagai bahan pondasi. Bata ringan berbentuk balok pipih dan biasa digunakan sebagai bahan pengisi dinding.

Apakah keunggulan bata ringan ini?

Semakin lama, Anda akan melihat semakin banyak orang yang membangun dengan bata ringan 

1. Lebih Ringan

Ketika Anda menimbang antara 1 biji bata merah dan 1 biji bata ringan, Anda akan mendapati bahwa bata merah jauh lebih ringan. Tahukah Anda bahwa ukuran bata merah adalah 20 cm x 5 cm x 10 cm? Dengan dimensi sekecil itu, berat bata merah sekitar 3 kg per biji. Ukuran bata ringan yang biasa dipakai adalah 60 cm x 20 cm x 10 cm. Berat bata ringan pada umumnya sekitar 6 kg. Bata ringan dikatakan lebih ringan ketika bata merah dan bata ringan dibandingkan pada luasan yang sama. Mari kita berhitung!!

Ketika Anda membangun dinding dengan lebar 1 meter dan tinggi 1 meter, Anda akan membutuhkan sekitar 100 bata (jumlah bata akan lebih sedikit ketika Anda menggunakan semen karena semen untuk bata merah cukup tebal). Cara perhitungannya perhatikan illustrasi berikut:

Tinggi           = tinggi dinding / tinggi bata merah          = 100 cm / 5 cm = 20 bata merah

Panjang        = panjang dinding / panjang bata merah = 100 cm / 20 cm =   5 bata merah

Total kebutuhan bata merah Anda adalah 100 pcs tanpa semen atau sekitar 60 pcs bata merah dengan semen sekitar 4 cm. Mari kita ambil angka terkecil saja untuk menghitung berat dinding

Berat bata merah per m2 =  jumlah bata merah x berat per pcs  = 60 pcs x 3 kg = 180 kg per m2

Tinggi           = tinggi dinding / tinggi bata ringan          = 100 cm / 20 cm = 5 bata merah

Panjang        = panjang dinding / panjang bata ringan = 100 cm / 60 cm =    1,6 bata merah

Total kebutuhan bata ringan Anda adalah 8,3 pcs. Saat menggunakan bata ringan, semen yang dibutuhkan tidak terlalu tebal sehingga kita tidak perlu memperhitungkannya.

Berat bata ringan per m2 =  jumlah bata ringan x berat per pcs  = 8,3 pcs x 6 kg = 50 kg per m2

Dari data di atas, kita tahu bahwa kelebihan bata ringan adalah beratnya hanya 30% dari bata merah. Sayangnya, sekalipun bata ringan jauh lebih ringan dari bata merah, banyak orang meragukan kualitasnya. Masih banyak orang  beranggapan bahwa berat berarti kuat. Bagaimana kenyataaannya? Simak ulasannya juga di sini. Apa bata ringan itu lebih kuat? Sudah tentu!

2. Hemat Waktu

Pada bagian sebelumnya kita telah menghitung jumlah bata merah dan bata ringan yang dibutuhkan untuk membangun dinding seluas 1 m2. Dengan jumlah bata yang lebih sedikit, proses pembangunan akan selesai dengan lebih cepat. Sampai saat ini, pembangunan dinding dengan dilakukan dengan cara manual. Penyusunan bata masih membutuhkan tenaga manusia. Semakin lama dan semakin berat sebuah pekerjaan, produktivitas akan semakin menurun. Dengan berat hebel yang hanya 30% dari bata merah, pembangunan dinding dengan bata ringan dapat dikerjakan 2x lebih cepat. Inilah kelebihan bata ringan yang paling disukai oleh kontraktor dan masyarakat umum.

Memang susah untuk membayangkan perbandingan tersebut. Ada sebuah perusahaan bata di India yang telah melakukan perbandingan antara pembangunan dengan bata ringan dan bata merah. Anda dapat melihatnya di bawah ini.

Video tersebut cukup membuktikan keuntungan pembangunan menggunakan bata ringan sehingga dapat 2x lebih cepat daripada bata merah.

3. Tahan Api

Api adalah resiko yang cukup ditakuti oleh pemilik bangunan. Kecepatannya menghanguskan barang dan potensi untuk membahayakan nyawa menjadi faktor utama bahaya sebuah kebakaran. Sebenarnya bahaya tersebut dapat diminimalkan dengan penggunaan bahan bangunan yang tepat. Dinding yang dibangun dengan bata ringan lebih tahan api daripada dinding dengan bata merah. Daya tahan terhadap api ini terbentuk berkat penggunaan pasir silika sebagai salah satu bahan baku bata ringan. Pasir silika adalah penghambat yang cukup baik terhadap panas. Berbeda dengan bata merah yang 100% terbuat dari tanah liat yang dibakar. Tanah liat memiliki kemampuan yang baik untuk menyalurkan panas.

Sebuah perusahaan bata ringan di Amerika pernah membandingkan kekuatan sebuah kebakaran merusak bahan bangunan. Sampel yang digunakan adalah bangunan dengan dinding kayu, bata merah dan bata ringan. Setiap perubahan suhu dinding diukur dan daya tahan bangunan diamati. Tentu bangunan dengan dinding kayu akan lebih mudah hancur. Tapi yang menarik, dengan kekuatan api yang sama, dinding dengan bata ringan masih relatif lebih dingin daripada bata merah. Videonya dapat anda tonton di bawah ini.

Bahkan video lain menunjukkan eksperimen yang lebih berbahaya, sebuah api yang ditembakkan secara konstan pada 1 titik, masih dapat dipegang tangan. Videonya dapat Anda lihat di bawah ini.

Dua video ini membuktikan keunggulan bata ringan terhadap api. Apa bata ringan itu tahan api? Ya! Sudah jelas…

4. Tahan Air

Setelah api, air adalah resiko yang paling mudah ditemui. Bangunan yang tidak dibangun dengan perhitungan matang dan dengan bahan berkualitas, akan menyebabkan bangunan tersebut rentan terhadap air. Bangunan dengan slope terlalu rendah menimbulkan resiko terkena rembesan air tanah naik. Titik pertemuan antar atap dengan dinding yang tidak dibuat dengan rapi akan menyebabkan kebocoran. Dinding yang berdekatan dengan sumber atau tempat penyimpanan air seringkali menjadi lembab dan berjamur. Semua resiko tersebut akan lebih cepat terjadi ketika dinding Anda terbuat dari bahan yang mudah merambatkan air.

Bahan bangunan yang dapat merambatkan air adalah yang benda memiliki pori-pori yang saling terhubung. Karakter ini dimiliki oleh bata merah. Jika kita belah bata merah, Anda akan mendapati bahwa bata merah memiliki pori-pori yang besar ataupun kecil yang saling terhubung. Berbeda dengan bata ringan, pori-pori bata ringan jauh lebih banyak namun tidak saling terhubung. Cara untuk mengetahui kebenarannya mudah, cukup celupkan bata merah dan bata ringan di air kemudian belah menjadi dua. Video berikut akan membuktikan pada Anda bahwa keuntungan menggunakan bata ringan dibandingkan bata merah adalah lebih tahan air.

5. Kuat Tekan Konsisten

Setiap orang selalu menginginkan bangunan yang kuat dan berkualitas, mengingat biaya pembangunan juga tidak murah. Kita akan berharap bahwa bangunan dapat tetap kokoh berdiri dalam jangka waktu yang lama. Untuk dapat mewujudkan hal itu, butuh bahan-bahan bangunan, khususnya batu bata, yang memiliki kualitas yang konsisten. Yang muncul dibenak Anda adalah “Batu bata dengan kualitas konsisten itu seperti apa?”

Konsistensi sebuah kualitas dapat dicapai ketika sebuah perusahaan sudah menggunakan mesin dan memiliki formula sendiri dalam proses produksinya. Bata ringan diproduksi dengan memperhatikan 2 hal tersebut. Dalaam proses produksi, komposisi, teknik, waktu dan suhu telah diatur sedemikian rupa agar bata ringan dapat mencapai kekuatan optimal. Kualitas yang telah dicapai, dijadikan standar untuk produksi masal. Berbeda dengan bata merah yang menggunakan mesin sederhana. Sekalipun sama-sama dibakar dengan suhu tinggi, belum pernah ada perusahaan yang berani menjamin konsistensi bata merahnya. Inilah keuntungan menggunakan bata ringan yang membuat hebel lebih sering dipakai pada bangunan-bangunan modern.

6. Harga Terjangkau

Seperti yang telah ditulis sebelumnya, membangun rumah memang tidak murah. Tetapi bukan berarti kita tidak dapat menekan biaya pembangunan. Jika Anda hanya menghitung biaya bahan, Anda akan mendapati biaya bata merah lebih murah. Tetapi jika Anda menghitung juga kecepatan, kualitas, dan daya tahan bata ringan, Anda akan setuju bahwa biaya membangun dengan bata ringan lebih terjangkau. NIlai inilah yang membuat banyak developer besar menggunakan bata ringan. Mereka tahu bahwa memastikan bangunan mereka berkualitas membuat bangunan lebih bernilai dan biaya lebih terjangkau di mata pembeli.

Sayangnya, untuk mendapatkan bata ringan dengan harga terjangkau memang tidak mudah. Seringkali pembeli terpukau bujuk rayu toko dengan embel-embel harga sudah murah. Padahal yang perlu Anda tahu, hanya perusahaan skala besar yang mampu memberikan harga terbaik untuk pembeli tanpa mengorbankan kualitasnya. Hanya Blesscon dengan 3 pabrik didukung dengan Sumber Daya Manusia yang luar biasa mampu melakukan hal itu

0 Shares
Share via
Copy link