BAHAN DASAR BATA RINGAN BLESSCON

Proses pembuatan bata ringan dimulai dengan proses pencampuran semen, pasir silika, gypsum, kapur, aluminium pasta untuk dijadikan adonan. Adonan yang telah terbentuk dituangkan ke dalam bejana untuk kemudian mengembang. Setelah mengering, maka bata akan dipotong sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Untuk kemudian dimasukkan ke dalam mesin autoclave selama beberapa jam. Pemanasan dalam mesin autoclave akan menghasilkan kekuatan untuk bata. 

Sedangkan bata merah konvensional dibuat dari adonan tanah liat yang basah, dipadatkan dan dicetak dengan cetakan kayu kemudian diangin-anginkan hingga setengah kering. Batu bata mentah ini kemudian dijemur di bawah sinar matahari. Setelah kering, proses dilanjutkan dengan dibakar hingga berwarna kemerahan.

Bisa kita lihat dari perbedaan tekstur bata ringan dengan bata merah, bata ringan memiliki banyak rongga udara sehingga membuat beban bata menjadi lebih ringan. Bata merah memiliki tekstur lebih rapat dan memiliki rongga udara yang kecil. Hal ini sangat berpengaruh terhadap beban bangunan secara keseluruhan. 

Tetapi bukan berarti dengan memiliki banyak rongga udara bata ringan mudah merembes air. Bata ringan memiliki rongga udara yang tidak saling terhubung antara satu dengan yang lain sehingga air pun tidak bisa masuk melalui rongga udara tersebut. Berbeda dengan bata merah walaupun memiliki rongga udara yang lebih sedikit dan lebih rapat, akan tetapi rongga udara itu saling terhubung sehingga memungkinkan untuk air merembes. Hal itu dibuktikan dengan tenggelamnya bata merah apabila direndam kedalam air, berbeda dengan bata ringan yang akan mengapung dipermukaan air apabila direndam kedalam air. 

Bahan pasir silika juga memiliki peranan penting dalam bata ringan karena sifat dari pasir silika ini yang tahan api sehingga membuat bata ringan pun lebih tahan terhadap kebakaran.

Dari segi kekuatan, bata ringan yang memiliki campuran semen, memiliki daya ikat lebih kuat daripada bata merah yang tidak memiliki campuran zat pengikat apapun. Jika Anda diberi produk yang lebih ringan namun lebih kuat, yakin masih mau bertahan dengan yang lebih berat dan rapuh?

Share via
Copy link