Berapa Kubik Bata Ringan untuk Membangun Rumah?

“Berapa kubik bata ringan” dan “Berapa banyak hebel” adalah 2 pertanyaan tentang jumlah bata yang paling sering ditanyakan ketika akan membangun rumah. Hal ini dapat dipahami karena nilai transaksi batu bata relatif lebih besar daripada bahan bangunan lainnya. Kesalahan membeli dapat mengakibatkan pembengkakan biaya dan pemborosan bahan. Beberapa bahan bangunan dapat disimpan dan digunakan lagi. Bata ringan bisa digunakan lagi namun lebih sulit untuk di simpan karena bentuknya yang besar dan membutuhkan tempat yang banyak.

Cara menentukan berapa kubik bata ringan yang dibutuhkan

1. Tentukan dimensi ruangan yang akan dibangun

Untuk dapat menghitung jumlah bata yang dibutuhkan, Anda perlu merancang dahulu bentuk dan ukuran ruangan yang dibutuhkan. Umumnya tiap-tiap ruangan akan berbentuk persegi atau persegi panjang. Di kehidupan nyata, ruangan tersebut akan memiliki dimensi, yaitu panjang, lebar, dan tinggi. Ketiga ukuran tersebut harus Anda catat dengan baik untuk bisa menghitung berapa kubik bata ringan yang dibutuhkan.

2. Kenali dahulu dimensi bata

Ukuran bata yang ada di pasaran berbeda-beda dan banyak. Namun pada umumnya, semua bata ringan selalu memiliki panjang 60 cm dan tinggi 20 cm. Jenis bata ringan biasanya dibedakan dari ketebalannya. Ada bata ringan dengan ketebalan 7,5 cm, 10 cm, 12,5 cm hingga 20 cm. Masyarakat biasanya membeli bata ringan dengan ukuran 7,5 cm dan 10 cm. Ketebalan 10 cm lebih banyak diminati karena ukurannya cukup tebal untuk dinding rumah, namun tidak terlalu tebal dipakai sehari-hari. Ukuran di atas itu biasanya hanya dibutuhkan oleh proyek gedung bertingkat ataupun pabrik.

3. Ini dia cara hitung banyak hebel yang dibutuhkan

Banyak orang salah kaprah saat menghitung berapa kubik bata ringan yang diperlukan. Kesalahan yang umumnya terjadi adalah dengan menghitung volume ruangan yang telah dibentuk.

Yang Anda butuhkan adalah menghitung keliling tembok (dengan asumsi ruangan Anda memiliki 2 sisi yang sama ukurannya. Adapun rumus menghitung keliling tembok Anda adalah

Keliling tembok hebel = 2 x ((panjang x tinggi) + (lebar x tinggi))

Rumus menghitung keliling tembok hebel

Jadi misalkan Anda akan membangun ruangan dengan dimensi panjang 3 meter, lebar 6 meter, dan tinggi 4 meter, dengan rumusan seperti di atas, Anda akan membutuhkan tembok sepanjang 72 m2. Setelah Anda mengetahui luasan yang akan dibangun, Anda harus membaginya dengan kubikasi bata agar Anda bisa menghitung berapa banyak hebel yang dibutuhkan.

Gunakan rumus berikut

Satu (1) kubik bata ringan setara dengan:

Ketebalan BataJumlah BataLuas Dinding (m2)
7,5 cm11113.33
10 cm8310

Nah, luasan yang telah Anda hitung sebelumnya, bagi dengan luasan bata ringan per kubik sehingga tahu berapa banyak hebel yang dibutuhkan. Pastikan Anda menggunakan luasan yang tepat dibandingkan dengan ketebalan bata yang diinginkan. Gunakan rumus berikut:

Kebutuhan kubik bata ringan = keliling tembok hebel : luas dinding per 1 kubik

Rumus menghitung kebutuhan bata ringan

Jadi dengan keliling tembok 72 m2 tadi, akan dibutuhkan bata tebal 10 cm sebanyak 7,2 kubik atau bata tebal 7,5 cm sebanyak 5.4 kubik. Dengan rumusan yang sama Anda juga dapat menghitung jumlah bata yang dibutuhkan. Dengan contoh yang sama, Anda dapat menghitung jumlah bata yang dibutuhkan. Untuk bata ringan 10 cm, Anda akan membutuhkan 598 pcs bata ringan. Anda akan membutuhkan 600 pcs bata ringan jika Anda menggunakan bata tebal 7,5 cm.

Ingin cara hitung berapa banyak hebel dengan CEPAT?

Masih bingung? Ambil gampangnya saja!

0 Shares
Share via
Copy link