CARA MEMPERBAIKI DINDING RUMAH YANG RETAK PASCA GEMPA

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut ada 10 wilayah yang masuk dalam Zona Duga Aktif terjadinya gempa bumi dan 52 gempa signifikan dengan magnitudo di atas 5,0 sepanjang Agustus 2019.Wilayah Zona Duga Aktif itu terdiri dari Bengkulu Nias Mentawai, Selat Sunda dan Selatan Jawa Barat, Selatan Jawa Timur-Bali, Selatan Sumbawa-Sumba, Laut Banda (Gempa Menengah), Ambon, Sulawesi Tengah, Halmahera Selatan, Laut Maluku Utara, dan Papua Utara. 

Hal ini sejatinya menjadi pembelajaran sekaligus pemahaman bagi seluruh masyarakat Indonesia bahwa kita memang mendiami wilayah yang merupakan zona rawan gempa yang bisa terjadi kapan pun.

Kekuatan gempa yang mengguncang memang bervariasi, ada yang berskala rendah hingga kuat yang dampaknya bisa sangat destruktif. Dan tentu saja tidak ada jaminan bahwa gempa yang terjadi akan selalu berskala rendah.

Karena itu Kementrian Pekerja Umum dan Perumahan Rakyat (PU PERA) menghimbau agar rumah-rumah di Indonesia sebisa mungkin harus didesain tahan gempa. Hal tersebut mengingat banyaknya kerusakan rumah bahkan hingga hancur pasca gempa, sehingga menimbulkan kerugian yang tidak sedikit, baik jiwa maupun material.Rumah yang terkena imbas gempa bumi umumnya tentu akan mengalami kerusakan, mulai dari yang berkategori ringan, sedang, hingga berat, tergantung dari kekuatan bangunannya. Jika rumah Anda mengalami dinding retak atau pergeseran plafon, sebaiknya jangan dianggap remeh. Sebab kondisi rumah yang berubah dan tidak sesuai posisi awal bisa mengakibatkan kerusakan yang lebih fatal bahkan membahayakan keselamatan penghuninya. Oleh karena itu Anda perlu mengetahui apa yang harus dilakukan untuk rumah Anda pasca gempa. Proses perbaikan rumah pasca gempa sebaiknya harus memenuhi empat aspek, yakni:

  1. Menjadi lebih tahan terhadap gempa
  2. Sederhana dan mudah dilaksanakan
  3. Bahan-bahan disesuaikan dengan ketersediaan setempat
  4. Peralatan sederhana

Perbaikan Arsitektural (Kerusakan Ringan Non-Struktural) melingkupi:

  1. Menambal retak-retak pada plesteran dinding,
  2. Memperbaiki kusen pintu dan jendela, daun pintu dan jendela, kaca jendela,
  3. Memplester kembali dinding,

Untuk memperbaiki rumah yang retak, siapkan beberapa peralatan sebagai berikut:

  1. Cangkul
  2. Sekop
  3. Gergaji kayu
  4. Gergaji besi
  5. Sendik semen
  6. Gunting kawat
  7. Meteran
  8. Palu
  9. Ember
  10. Tang
  11. Bor
  12. Besi pembengkok tulangan.

Bahan yang dibutuhkan:

  1. Semen
  2. Pasir
  3. Batu pecah
  4. Air
  5. Kawat ayam
  6. Tripleks
  7. Kawat pengikut
  8. Besi tulangan

Cara Memperbaiki Rumah yang Retak Halus

Langkah Perbaikan:

Plesteran lama di sekitar lokasi retak atau terkelupas di kupas dan dibersihkan, pada lokasi-lokasi tersebut diplester kembali dengan spesi 1 semen : 3 pasir atau diaci menggunakan semen susut.

Cara Memperbaiki Rumah yang Retak Kasar

Langkah perbaikan:

Plesteran lama di sekitar lokasi kelupasan atau seluruhnya dikupas dan dibersihkan, pada lokasi tersebut diplester kembali dengan spesi 1 semen : 3 pasir atau diaci menggunakan semen susut.

Share via
Copy link